Senin, 21 Mei 2018

IMM JAYA

IMM ARENA BERKREASI DALAM  MEMBENTUK JATI DIRI INSAN KAMIL
Oleh:  Muh Ilham Sidiq (PAI semester 2  JOGJA)

Mahasiswa sebagai seorang cendekiawan mewakili kaum muda Indonesia dalam mempelopori kemajuan peradaban umat manusia dimasa yang mendatang, terutama tidak lain dan tidak bukan kemajuan bangsa Indonesia. Mahasiswa meliliki peran yang sangat signifikan dalam pembangunan sumber daya manusia yang professional untuk menjawab tantangan zaman di arus globalisasi. Dunia diera digital ini mengalami berbagai perubahan baik dari bidang  social, ekonomi, kebudayaan, maupun kompleksitas dalam pemahaman spiritual. Indonesia sebagai negara majemuk yang memiliki bermacam-macam kepercayan, kondisi social, dan kebudayaan berbeda. Negara ini membutuhkan generasi emas yang berkualitas dengan pengusaan IPTEK yang unggul diberbagai bidang  kehidupan untuk meneruskan perjuangan para pendahulu bangsa ini. Kita sebagai mahasiswa Muhammadiyah tentunya harus memiliki peranan yang besar dalam membangun peradaban bangsa ini.
Karakter yang tidak boleh terpisahkan bagi kita selaku mahasiswa Muhammadiyah adalah harus selalu terikat kepada nilai-nilai islam yang merurujuk kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Sebagai umat muslim yang baik, sekaligus kader Muhamamdiyah dan putra bangsa kita sudah seharusnya memiliki api semangat dalam menuntut ilmu, mendakwahkan nilai islam sebagai rahmat untuk alam semesta, serta membangun keunggulan peradaban bangsa ini. Reaktualisasi nilai akhlak menjadi point utama dalam kehidupan kita sebagai mahasiswa muslim dan tidak kalah penting juga penguasaan terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Mahasiswa unggulah yang memiliki jati diri dengan pengusaan IPTEK yang memadai ditopang pengembangan kretivitas dan inovasi serta tidak lupa juga akan tanggung jawabnya sebagai umat muslim dalam beramar ma’ruf nahi munkar.
IMM Arena Berkreasi Dalam  Membentuk Jati Diri yang Insan Kamil

Mahasiswa harus memiliki cinta dan kreasi pembaharuan demi terwujudnya sosok intelektual yang humanis. Mahasiswa yang unggul tentunya tidak mungkin terbentuk dengan sendirinya seperti sim salabim dalam pertunjukan sulap. Untuk menjadi mahasiswa yang unggul tentunya harus melalui proses penempaan diri yang panjang serta melalui wadah pembelajaran yang aktif mengispirasi dan tentunya berstandar kepada pilar-pilar islam. Kita selaku mahasiswa Muhammadiyah tentunya memiliki berbagai wadah untuk penyaluran kretivitas seperti Organisasi Ortonom salah satunya adalah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah bukan berarti Organisasi Otonom selain IMM tidak dapat dijadikan ajang kreativitas, semua Ortonom memiliki peranan dalam menempa manusia atau mahasiswa dalam membentuk sosok  insan kamil yang unggul.
Mahasiswa sejati memiliki berbagai peran dan fungsi  diantaranya sepertti[1] Iron Stock (sebagai pengganti dan penerus generasi sebelumnya), Agent of Change (penggagas perubahan menuju kemajuan hidup), Guardian of Value (penjaga nilai-nilai positif), Moral Force (memberi sumbangsih kekuatan moral) serta sebagai Social Control (mahasiswa menjadi pengotrol social antara masyarakat dengan pemerintah). Dari beberapa peran dan fungsi diatas tentunya mahasiswa harus memiliki basic  pengetahuan yang memadai dalam mewujudkannya. IMM menurut saya sebagai sarana dan wadah strategis dalam menempa mashasiswa untuk menjembatani mahasiswa menuju puncak prestasi. Saya selaku mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan terinspirasi untuk selalu meraih keunggulan sebab tiada perjuangan dan pengorbanan yang tidak berarti karena semua perjuangan dan pengorbanan pasti membuahkan hasil.
Tertarik dengan keunikan lambang dalam IMM[2] seperti dua daun bermakna Syahadatain, Fastabiqul khairat berarti berlomba-lomba dalam kebaikan, warna putih bermakna iklas, hijau bermakna kesabaran, serta merah bermakana keberaninan. Tentunya beberapa lambang diatas harus memiliki pengaruh dalam setiap langkah perjuangan IMM dalam mempelopori peradaban negeri ini. Ketika saya terpikat melihat pergerakan IMM tentu jauh sebelumnya saya sudah melihat bagaimana pergerakan adiknya Ikatan Pelajar Muhammadiyah dengan sangat gesit  bergerak menginspirasi. Saya kira IMM nantinya akan menjadi wadah yang cocok bagi mahasiswa dalam berkreasi menempa jati diri dengan aktif dan antusias dalam setiap event yang dilaksanankan. Sudah seharusnya demikian, saya sebagai mahasiswa muslim apalagi nmenempuh progam Pendidikan Agama Islam sepantasnya menjadi seorang alim yang intelektual ataupun seorang intelektual yang alim. Saya kira menjadi sosok alim yang intelektual harus melalui proses yang bertahap yaitu dengan belajar disiplin ilmu agama dan juga dibarengi dengan aktivitas public yang memadai berupa kegiatan social yang mendidik lagi menanamkan nilai islam yang moderat. IMM bisa dijadikan pilihan bijak dalam kita menempa diri didunia penuh kreativitas ini.
Kita dapat melihat dari beberapa sumber informasi terpercaya baik dari media cetak maupun internet mengenai eksistenti IMM dalam gerakan pembaharuan generasi muda yang bernafaskan islam dengan secara resmi berskala nasional. IMM berbasis nilai intelektual yang dilandasi penuh nilai islam maka akan mampu menciptakan pemikiran brilian dalam menyumbang kemajuan peradaban agama maupun bangsa. Seperti kita ketahui IMM mempunyai structural organisaai yang sangat matang. Sesuai triloginya yang bergerak diranah mahasiswa yaitu Religiusitas, Intelektualitas, dan Humanistas  sudah barang tentu nilai aqidah keislaman akan melekat kokoh ditambah pengusaan pengetahuan yang mantap serta jiwa social kemanusiaaan yang tinggi.
Mengamati berbagai kegiatan positif gerakan IMM dalam mempelopori khasanah berpikir kaum muda akan membawa kita kedunia perjuangan sejati yang penuh tantangan, perlombaan dalam kebaikan, ajang eksplorasi diri, serta kreativitas tanpa batas. IMM dapat memberikan aroma semangat dalam menunut imu. Secara organisatoris atau teoritis IMM memiliki gagasan pembaharuan yang mengispirasi dan jika aktualisasi gagasan pokok dilakukan secara intensif dan maksimal tentu akan membuahkan hasil yang memuaskan bagi setiap individu kader IMM.
IMM memiliki berbagai event yang sangat spektakuler seperti malam ta’aruf, latian dasar organisasi, latian dasar ikatan, oubont, peringatan hari besar islam, bhakti social maupun penggalangan dana, kajian tematik kekinian, seminar, talkshow, forum diskusi, dan lain sebagainya. Momentum diatas pasti akan menempa kita menjadi sosok insan kamil  dengan keseimbangan penguasaan IQ (Intellegence Quotient), EQ (Emotional Quotient), dan kekuatan SQ (Spiritual Quotient).
Saya sendiri secara pribadi dapat melihat bagaimana teman-teman IMM memiliki ghiroh  perjuangan yang memancar disetiap aktivitas belajar didalam kelas maupun didepan public, bagaimana mereka para aktifis berbeda dengan seorang penuntut ilmu pada umumnya. Mereka memiliki keunggulan khas tersendiri sesuai dengan basic masing-masing.
Setelah beberapa saat yang lalu disemester 1 saya kurang respon terhadap kegiatan organisasi ternyata memberi pengaruh yang sangat signifikan,  dimana para aktifis ternyata hasil belajarnya pun cukup memuaskan ditengah-tengah kesibukan organisasi, tidak kalah dengan saya malah rata-rata  lebih unggul  dari pada saya. Mereka memiliki inspirasi yang menyala disetiap perjuangannya. Saya lihat bagaimana kakak tingkat pun demikian, mereka tetap unggul dalam pengetahuan maupun organisasi. Belajar dari kehidupan manusia dari dunia social merupakann cara terampuh dalam membangun kerangkan berpikir. IMM menjadi salah satu diantara sekian banyak wadah yang paling strategis dalam membentuk jati diri. 




[1]   Reza Ramadhan,2015, Peran dan Fungsi Mhahasiswa


[2] UAD (2017), Buku Panduan Progam Pengenalan Kampus hal.92

Tidak ada komentar:

    MALAIKAT CANTIK Oleh: Muhammad Ilham Sidiq   Pernah kita dengar tentang sebuah kisah tentang sosok malaikat yang nyata pada kehi...