IMM ARENA BERKREASI DALAM
MEMBENTUK JATI DIRI INSAN KAMIL
Oleh: Muh Ilham Sidiq (PAI semester 2 JOGJA)
Mahasiswa sebagai seorang cendekiawan
mewakili kaum muda Indonesia dalam mempelopori kemajuan peradaban umat manusia
dimasa yang mendatang, terutama tidak lain dan tidak bukan kemajuan bangsa
Indonesia. Mahasiswa meliliki peran yang sangat signifikan dalam pembangunan
sumber daya manusia yang professional untuk menjawab tantangan zaman di arus
globalisasi. Dunia diera digital ini mengalami berbagai perubahan baik dari
bidang social, ekonomi, kebudayaan,
maupun kompleksitas dalam pemahaman spiritual. Indonesia sebagai negara majemuk
yang memiliki bermacam-macam kepercayan, kondisi social, dan kebudayaan
berbeda. Negara ini membutuhkan generasi emas yang berkualitas dengan pengusaan
IPTEK yang unggul diberbagai bidang
kehidupan untuk meneruskan perjuangan para pendahulu bangsa ini. Kita
sebagai mahasiswa Muhammadiyah tentunya harus memiliki peranan yang besar dalam
membangun peradaban bangsa ini.
Karakter yang tidak boleh terpisahkan
bagi kita selaku mahasiswa Muhammadiyah adalah harus selalu terikat kepada
nilai-nilai islam yang merurujuk kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Sebagai umat
muslim yang baik, sekaligus kader Muhamamdiyah dan putra bangsa kita sudah
seharusnya memiliki api semangat dalam menuntut ilmu, mendakwahkan nilai islam
sebagai rahmat untuk alam semesta, serta membangun keunggulan peradaban bangsa
ini. Reaktualisasi nilai akhlak menjadi point utama dalam kehidupan kita
sebagai mahasiswa muslim dan tidak kalah penting juga penguasaan terhadap
kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Mahasiswa unggulah yang memiliki jati
diri dengan pengusaan IPTEK yang memadai ditopang pengembangan kretivitas dan
inovasi serta tidak lupa juga akan tanggung jawabnya sebagai umat muslim dalam
beramar ma’ruf nahi munkar.
IMM Arena Berkreasi Dalam
Membentuk Jati Diri yang Insan Kamil
Mahasiswa harus memiliki cinta dan kreasi
pembaharuan demi terwujudnya sosok intelektual yang humanis. Mahasiswa yang
unggul tentunya tidak mungkin terbentuk dengan sendirinya seperti sim
salabim dalam pertunjukan sulap. Untuk menjadi mahasiswa yang unggul
tentunya harus melalui proses penempaan diri yang panjang serta melalui wadah
pembelajaran yang aktif mengispirasi dan tentunya berstandar kepada pilar-pilar
islam. Kita selaku mahasiswa Muhammadiyah tentunya memiliki berbagai wadah
untuk penyaluran kretivitas seperti Organisasi Ortonom salah satunya adalah Ikatan
Mahasiswa Muhammadiyah bukan berarti Organisasi Otonom selain IMM tidak dapat
dijadikan ajang kreativitas, semua Ortonom memiliki peranan dalam menempa
manusia atau mahasiswa dalam membentuk sosok
insan kamil yang unggul.
Mahasiswa sejati memiliki berbagai peran
dan fungsi diantaranya sepertti[1]
Iron Stock (sebagai pengganti dan penerus generasi sebelumnya), Agent
of Change (penggagas perubahan menuju kemajuan hidup), Guardian of Value
(penjaga nilai-nilai positif), Moral Force (memberi sumbangsih
kekuatan moral) serta sebagai Social Control (mahasiswa menjadi
pengotrol social antara masyarakat dengan pemerintah). Dari beberapa peran dan
fungsi diatas tentunya mahasiswa harus memiliki basic pengetahuan yang memadai dalam mewujudkannya.
IMM menurut saya sebagai sarana dan wadah strategis dalam menempa mashasiswa
untuk menjembatani mahasiswa menuju puncak prestasi. Saya selaku mahasiswa
Universitas Ahmad Dahlan terinspirasi untuk selalu meraih keunggulan sebab tiada
perjuangan dan pengorbanan yang tidak berarti karena semua perjuangan dan
pengorbanan pasti membuahkan hasil.
Tertarik dengan keunikan lambang dalam
IMM[2]
seperti dua daun bermakna Syahadatain, Fastabiqul khairat berarti
berlomba-lomba dalam kebaikan, warna putih bermakna iklas, hijau bermakna
kesabaran, serta merah bermakana keberaninan. Tentunya beberapa lambang diatas
harus memiliki pengaruh dalam setiap langkah perjuangan IMM dalam mempelopori
peradaban negeri ini. Ketika saya terpikat melihat pergerakan IMM tentu jauh
sebelumnya saya sudah melihat bagaimana pergerakan adiknya Ikatan Pelajar
Muhammadiyah dengan sangat gesit bergerak menginspirasi. Saya kira IMM nantinya
akan menjadi wadah yang cocok bagi mahasiswa dalam berkreasi menempa jati diri
dengan aktif dan antusias dalam setiap event yang dilaksanankan. Sudah
seharusnya demikian, saya sebagai mahasiswa muslim apalagi nmenempuh progam Pendidikan
Agama Islam sepantasnya menjadi seorang alim yang intelektual ataupun seorang
intelektual yang alim. Saya kira menjadi sosok alim yang intelektual harus
melalui proses yang bertahap yaitu dengan belajar disiplin ilmu agama dan juga
dibarengi dengan aktivitas public yang memadai berupa kegiatan social yang
mendidik lagi menanamkan nilai islam yang moderat. IMM bisa dijadikan pilihan
bijak dalam kita menempa diri didunia penuh kreativitas ini.
Kita dapat melihat dari beberapa sumber
informasi terpercaya baik dari media cetak maupun internet mengenai eksistenti
IMM dalam gerakan pembaharuan generasi muda yang bernafaskan islam dengan
secara resmi berskala nasional. IMM berbasis nilai intelektual yang dilandasi
penuh nilai islam maka akan mampu menciptakan pemikiran brilian dalam
menyumbang kemajuan peradaban agama maupun bangsa. Seperti kita ketahui IMM
mempunyai structural organisaai yang sangat matang. Sesuai triloginya yang
bergerak diranah mahasiswa yaitu Religiusitas, Intelektualitas, dan
Humanistas sudah barang tentu nilai aqidah
keislaman akan melekat kokoh ditambah pengusaan pengetahuan yang mantap serta
jiwa social kemanusiaaan yang tinggi.
Mengamati berbagai kegiatan positif
gerakan IMM dalam mempelopori khasanah berpikir kaum muda akan membawa kita
kedunia perjuangan sejati yang penuh tantangan, perlombaan dalam kebaikan,
ajang eksplorasi diri, serta kreativitas tanpa batas. IMM dapat memberikan
aroma semangat dalam menunut imu. Secara organisatoris atau teoritis IMM memiliki
gagasan pembaharuan yang mengispirasi dan jika aktualisasi gagasan pokok dilakukan
secara intensif dan maksimal tentu akan membuahkan hasil yang memuaskan bagi
setiap individu kader IMM.
IMM memiliki berbagai event yang sangat
spektakuler seperti malam ta’aruf, latian dasar organisasi, latian dasar
ikatan, oubont, peringatan hari besar islam, bhakti social maupun penggalangan
dana, kajian tematik kekinian, seminar, talkshow, forum diskusi, dan lain
sebagainya. Momentum diatas pasti akan menempa kita menjadi sosok insan
kamil dengan keseimbangan penguasaan
IQ (Intellegence Quotient), EQ (Emotional Quotient), dan kekuatan
SQ (Spiritual Quotient).
Saya sendiri secara pribadi dapat melihat
bagaimana teman-teman IMM memiliki ghiroh perjuangan yang memancar disetiap aktivitas
belajar didalam kelas maupun didepan public, bagaimana mereka para aktifis
berbeda dengan seorang penuntut ilmu pada umumnya. Mereka memiliki keunggulan
khas tersendiri sesuai dengan basic masing-masing.
Setelah beberapa saat yang lalu disemester
1 saya kurang respon terhadap kegiatan organisasi ternyata memberi pengaruh
yang sangat signifikan, dimana para
aktifis ternyata hasil belajarnya pun cukup memuaskan ditengah-tengah kesibukan
organisasi, tidak kalah dengan saya malah rata-rata lebih unggul
dari pada saya. Mereka memiliki inspirasi yang menyala disetiap
perjuangannya. Saya lihat bagaimana kakak tingkat pun demikian, mereka tetap
unggul dalam pengetahuan maupun organisasi. Belajar dari kehidupan manusia dari
dunia social merupakann cara terampuh dalam membangun kerangkan berpikir. IMM
menjadi salah satu diantara sekian banyak wadah yang paling strategis dalam
membentuk jati diri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar